Jumat, 07 Oktober 2016

Kuliah malam dan Eksotisme angkringan

Kuliah malam dan eksotisme angkringan
Terbenak pemikiran. Tentang keindahan malam yang menggoda. Sayup angin yang sebenarnya membawa penyakit (versi bang haji). Parkiran fakultas dakwah cukup penuh malam itu.cerita berlanjut ketika bapak dosen mulai mengeluarkan suaranya dengan lantunan hadist tentang etos kerja. entah kenapa gairah belajarku lebih sedikit terpompa ketika mempelajari mata kuliah yg satu ini.diskusi dimulai dengan pemaparan materi oleh petugas. Hingga season tanya jawab dan mulailah pengargumen2 mengeluarkan pendapatnya.riuh dan semangat ala mahasiswa benar" tersaji malam itu.intrupsi2 keluar dari peserta diskusi..rasanya seperti berada dalam sidang pembunuhan mirna. Usaha mempertahankan pendapat diolah dengan kata" so kritis yang menegangkan.di jeda dengan penengahan bapak dosen yg menganggap diskusi sudah terlalu jauh dari materi seharusnya..memang ini suasana kelas kami ketika pemikiran" kritis mengantarkan kepada pendapat2 diluar logika.asyik sekali diskusi malam ini.hingga terlupa waktu sudah habis tanpa komando..bapak dosen menutup pertemuan dengan salam mahasiswa menjawab dan berlalu.
Keluar kelas disajikan pemandangan mahasiswa2 lain. Yang bersibuk ria dengan kegiatan masing2..ada yg berkumpul dengan hiasan ketawa lepas dan beberapa cangkir kopi dihadapan mereka..satu pesan tampil dihape mungilku "ayok ke angkringan" entah kenapa smangat 45 untuk mengambil kuda besiku tiba" membuncah ketika membaca pesan itu.bergegas kuambil helm dan kustater motorku dan cus otw angkringan.jarak yg tidak terlalu jauh membuat perjalanan begitu singkat. disana sperti biasanya sudah menunggu 3 kawan pemikir dan aktivis kampus yg saya fikir sudah menyiapkan ide" dan argumentnya untuk didiskusikan menyela nasi kucing ."cuk sueene" kata sambutan yg tak asing lagi untukku. sudah berkali" aku mendapat sambutan ini karena lagi" aq orang terakhir yg bergabung untuk menjadi 4 sekawan.kopi hitam ku pesan.dan duduk dikursi yg sudah disediakan.teologi pembebasan hasan hanafi menjadi pembahasan malam itu sebelum kemudian beralih menjadi pilkada DKI dan PilBub Brebes. Aku mendengarkan dan hanya sedikit bercloteh yg keliar dari mulutku.cukup lama berkubang dengan pembahasan itu..isu SARA dan prediksi survei yg mulai bertebaran menjadi bahan anlisis.
asap rokok pekat mulai menghiasi pembicaraan kami.asik beradu argumen.ujug" hapeku berdering mengingatkan jika sudah waktunya untuk kembali kepondok.3 jam tak terasa.dimulai dengan aku yang berpamit dan membubarkan semuanya.maka pertemuan diakhiri dengan kesimpulan bahwa pilkada dan pilbub harus ditiadakan..hahah dan perjanjian berkumpul malam selanjutnya benar" menjadi penutup.
Generasi KOMBES IAIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar